Tak Seganas SARS dan MERS, Virus Corona nCoV Membunuh 4 Persen Pasien
Studio Tangkas - Wabah virus corona bukan terjadi saat ini saja. Penyakit SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome) yang pernah mewabah sebelumnya juga disebabkan oleh virus corona.
Ketiga jenis virus itu pun diduga berasal dari hewan, seperti unta, kelelawar, musang, dan ular. Namun masing-masing jenis virus corona ini memiliki tingkat keganasan yang berbeda-beda.
Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Sesditjen P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), Achmad Yurianto mengatakan virus corona 2019-nCoV yang merebak di Wuhan relatif lebih jinak dari SARS dan MERS.
Ketiga jenis virus itu pun diduga berasal dari hewan, seperti unta, kelelawar, musang, dan ular. Namun masing-masing jenis virus corona ini memiliki tingkat keganasan yang berbeda-beda.
Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Sesditjen P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), Achmad Yurianto mengatakan virus corona 2019-nCoV yang merebak di Wuhan relatif lebih jinak dari SARS dan MERS.
STUDIO TANGKAS adalah Agen Tangkas Online,
Agen Poker Online, Agen Poker GLX
Dapatkan BONUS CASHBACK TANGKAS 10%
"SARS angka kematiannya cukup tinggi, sekitar 30-an persen dari jumlah yang sakit. Kemudian MERS ini agak jahat dengan angka kematian di atas 40 persen. Novel corona datanya masih di bawah 4 persen," kata dr Yuri.
"Artinya dibandingkan dengan dua saudaranya yang lain ini termasuk agak jinak," lanjutnya.
Meski dikatakan korban jiwa yang terjadi lebih sedikit dibandingkan SARS dan MERS. Dikabarkan tingkat penularan virus corona 2019-nCoV ini cukup tinggi, bahkan bisa hanya melalui kontak mata seperti yang terjadi pada petugas kesehatan di China.
"Jumlah paparan makin sering terpapar, makin tinggi risikonya. Sedangkan petugas tiap hari main-main virus," pungkas dr Yuri.

Comments
Post a Comment