Peringati Hari Sumpah Pemuda, Menkes Terawan Ingatkan Soal Stunting


StudioTangkas - Hingga saat ini, Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober selalu diperingati dengan upacara bendera. Banyak pula pejabat negara yang menyampaikan pesan dan makna di balik Hari Sumpah Pemuda. Salah satunya adalah Menteri Kesehatan Menkes) Letjen TNI (Purn) Dr. dr Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K) atau yang akrab disapa Menkes Terawan.

Menkes Terawan mengaitkan Hari Sumpah Pemuda dengan upaya penurunan stunting. Seperti yang diketahui, stunting adalah salah satu masalah kesehatan pada anak di seribu hari pertama kehidupan yang masih membayangi Tanah Air. Anak yang mengalami stunting kualitas hidupnya di masa depan kurang baik.

Stunting terjadi karena kebutuhan nutrisi pada anak di seribu hari pertama kehidupan tidak terpenuhi dengan baik. Hal ini dapat membuat pertumbuhan anak menjadi terhambat, begitu juga dengan perkembangan otaknya yang tidak maksimal. Stunting menyebabkan nilai IQ dan DQ anak yang lebih rendah, gangguan emosional lebih tinggi, serta performa sekolah dan prestasi yang buruk. Bila dibiarkan, maka berdampak pada pembangunan bangsa.

Menkes Terawan mengatakan, perlu upaya bahu membahu untuk mengatasi stunting. Fokusnya bukan hanya pada asupan kesejahteraan fisik tetapi juga pendidikan terutama cara merawat anak.

STUDIO TANGKAS adalah Agen Tangkas Online, Agen Poker Online, Agen Poker GLX
Dapatkan BONUS CASHBACK TANGKAS 10%



"Merawat agar anak tidak termasuk golongan stunting sehingga nantinya anak tumbuh jadi generasi yang maju dan memimpin. Bukan hanya di tingkat nasional tapi dunia, seperti hari ini, Hari Sumpah Pemuda," imbuh Menkes Terawan.

Di sisi lain, mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto itu juga mengatakan stunting berkaitan erat dengan angka kematian ibu. Menurunkan angka kematian ibu dan anak dapat membantu mencegah stunting. Oleh karenanya, kesejahteraan ibu perlu ditingkatkan baik secara jasmani maupun secara pendidikan.

"Kalau jasmani sehat tapi pendidikan enggak sehat, maka memberikan asupan keperawatan kepada anak jadi tidak baik. Nanti stunting tidak bisa diatasi," ucap Menkes Terawan.

Menurut Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, dr Hasto Wardoyo SpOG (K), upaya menurunkan stunting bisa dilakukan dengan membina keluarga baduta dan program generasi berencana. Cara itu dapat membantu menghindari kehamilan yang tidak diinginkan dan memberi jarak kehamilan agar pemberian nutrisi pada anak bisa optimal.

"Generasi berencana itu membuat nantinya keluarganya terencana yaitu menikah bukan karena by accident melainkan by design," pungkas Hasto saat ditemui dalam kesempatan yang sama.


Posted by Studio Tangkas
Studio Tangkas | Agen Tangkas Online Indonesia

WhatsApp : +855 935 89 168

Comments

Popular posts from this blog

Mengenal Stillbirth yang Dialami Bayi Kembar Irish Bella

Mengeluh Vertigo dan Sakit, Keluar Laba-laba dari Telinga Pria Ini

Bahaya Mencabut Tusukan Pisau yang Menancap di Luka